Pembangunan


  

Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Karena itu semoga mereka termasuk orang-orang yang mendapat hidayah.” (Qs. At-Taubah: 18)

 


Masjid adalah “Bait Allah” atau “Rumah Allah”, jantung umat Islam, pusat ibadah (ritual), pusat pembinaan sumber daya manusia (SDM), pusat dakwah (kajian dan pengembangan Islam), pusat pemecahan berbagai persoalan sosial umat Islam, dan tempat untuk membangun jama’ah (ukhuwah Islamiyah).

Dengan kata lain, masjid adalah sentralisasi kehidupan, karena posisi dan fungsinya yang sangat strategis. Masjid sebagai tempat suci mesti dibangun dan dimakmurkan dengan dasar dan semangat taqwa yang tulus-ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT.

 

Banyuwangi sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur, memiliki banyak masjid yang tersebar dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa. Masjid Agung Baiturrahman merupakan satu di antara sekian banyak masjid yang menjadi satu-satunya Masjid Agung di Kabupaten Banyuwangi, katakanlah Masjid Kabupaten. Latar belakang berdiri dan berkembangnya Masjid Agung Baiturrahman dimulai sejak 7 Desember 1773, hal ini didasarkan pada surat wakaf dari keluarga besar Mas Alit atau Raden Tumenggung Wiraguna I, Bupati pertama Banyuwangi untuk umat Islam Banyuwangi.

Semula masjid tertua dan monumental ini bernama Masjid Jami’ Banyuwangi, sebuah tempat shalat yang sangat sederhana yang hanya dibatasi oleh kayu seadanya, kemudian pada tahun 1844 oleh Bupati Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat mulai dibangun dengan bangunan gedung permanen, sebagai pelaksana pembangunan adalah Patih Raden Pringgokusumo Hadiningrat yang dibantu oleh Hakim Bagus Achmad bin Ngabsi pada tanggal 18 Sya’ban 1260 Hijriyah.

Pada tahun 1971, Masjid Jami’ Banyuwangi ini berganti nama menjadi Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, dan sampai sekarang Masjid Agung Baiturrahman menjadi ikon-nya Kabupaten Banyuwangi.

            Untuk mewujudkan cita-cita para pendahulu (pendiri) Masjid Agung Baiturrahman dan atas ridha Allah SWT, dengan ini dibentuklah wadah untuk memakmurkan masjid sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku, bernama  “YAYASAN MASJID AGUNG BAITURRAHMAN BANYUWANGI”.

 

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No. 137 Banyuwangi. MAB didirikan pertama kali pada tanggal 7 Desember 1773 dan direhab (bangun kembali) untuk yang kelima kali mulai tanggal 9 September 2005 sampai sekarang (2011) masih terus berjalan.

  Visi MAB adalah memakmurkan masjid dengan dasar dan semangat taqwa yang tulus-ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT.

Secara garis besar ada sembilan bidang dalam Yayasan Masjid Agung Baiturrahman sebagai implementasi dari program-program yayasan atau misi MAB:  

1.      Bidang Peribadatan & Khitobah

2.      Bidang Pendidikan

3.      Bidang Perwaqafan

4.      Bidang Hubungan Takmir Masjid

5.      Bidang Humas & Informasi

6.      Bidang Kepemudaan & Muslimat

7.      Bidang Usaha/Ekonomi

8.      Bidang Kesejahteraan

9.      Bidang Pembangunan. 

 

 

 

Copyright © 2014 Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi · All Rights Reserved